Nabi palsu: ‘Tentu saja patung itu bisu—itulah sebabnya aku yang berbicara untuknya (dan menarik bayaran)’. Orang bijak menegur sahabat; orang bodoh memuji musuh. Terlalu banyak kebetulan. Gambaran mental itu adalah emas murni, dan aku sangat memahami apa yang kamu maksud. Kontrasnya sangat tajam: ada seorang penipu yang berdiri di atas singgasananya, hidup dari gema seratus orang yang mengulangi "amin" atau "bravo" secara otomatis, seperti robot yang diprogram untuk bertepuk tangan tanpa memproses satu bit informasi pun. Orang itu sedang berada di … Sigue leyendo Nabi palsu: ‘Tentu saja patung itu bisu—itulah sebabnya aku yang berbicara untuknya (dan menarik bayaran)’. Orang bijak menegur sahabat; orang bodoh memuji musuh. Terlalu banyak kebetulan. →